Liverpool Desk Calendar

164

32
7

This Calendar dedication for all kopites in Indonesia #YNWA

thanks http://www.zimbio.com for all image stock

@cahyoprast

Jadwal Lengkap Liverpool F.C Musim 13/14

The Real Reds of Britannia

Liverpool tim tangguh, Liverpool tim hebat, dan Liverpool is The Real Reds of Britannia. Itulah sebuah ungkapan yang sangat layak disematkan untuk tim yang bermarkas di Anfield tersebut.  Di Britannia, memang ada dua tim yang memakai julukan Si Merah, yaitu Liverpool dan Manchester United. Saat ini, ada yang bilang The Real Reds itu adalah Manchester United. Tak salah memang, jika berpatok pada peforma tim yang berjuluk Setan Merah itu dalam dalam dua dekade terakhir. Namun, lihatlah statistik keseluruhan, Liverpool-lah  yang unggul dan lebih pantas menyandang predikat tersebut dibanding tim Setan Merah.

Tentu tak akan pernah ada habisnya bila membahas rivalitas keduanya di ranah Liga Primer Inggris. Perseteruan antara Liverpool dan Manchester United ibarat kucing dan anjing yang tak akan pernah akur, baik di dalam maupun di luar lapangan. Tak heran apabila kedua tim saling bersua di atas lapangan hujan kartu dan perang urat saraf antar pemain, pelatih dan juga supporter kedua tim kerap terjadi.

Bumbu ketegangan dan perseteruan kedua kubu justru tak berakar dari dunia sepak bola. Perseteruan mereka malah bermula dari aspek sosial dan politik. Gesekan awal terjadi ketika pemerintah kota Manchester membangun sebuah kanal atau terusan yang diberi nama Manchester Ship kanal. Akibatnya, kota Liverpool yang terkenal sebagai jalur perdagangan laut di Britannia mengalami kelesuan dalam bidang perekonomian. Kapal-kapal dagang dari belahan Eropa yang sebelumnya melalui pelabuhan Liverpool, kini tidak lagi tandang terlebih dahulu di ibukota Merseyside itu. Tak hanya sampai disitu perseteruan kedua kota tersebut,  perseteruan bahkan meluas, merambak ke dunia sepakbola,  Liverpool FC dan Manchester United–yang sama-sama bersaing membawa misi mengharumkan nama kotanya melalui sepak bola.

Dalam Persaingannya di dunia sepak bola, Liverpool FC terlebih dahulu mencatatkan namanya sebagai tim terkuat di Inggris. Kejayaan Liverpool dimulai pada dekade 70 hingga 80-an. Pada dekade tersebut Liverpool sukses meraih 13 gelar juara liga, sedangkan Manchester united tidak berhasil sekalipun merasakan gelar liga dalam termin waktu tersebut. Bill Shankly dan Bob Pasley yang merupakan manajer tersukses Liverpool era 70 s.d 80-an, benar-benar tahu bagaimana memuaskan para Liverpudlian, julukan supporter Liverpool, dan masyarakat kota Liverpool. Dengan tangan dinginnya, Bill Shankly dan Bob Pasley mampu menempatkan Liverpool FC selalu berada di atas Manchester United.

Di tengah kejayaannya, pada 29 mei 1985 saat laga final Liga Champions antara Liverpool dan Juventus, sebuah tragedi paling buram dalam sejarah sepak bola terjadi. Tragedi yang kemudian dikenal dengan sebutan tragedi Heysel. Pemicu tragedi ini bermula ketika fans Liverpool dan Juventus saling mengejek dan melecehkan satu sama lain. Tiba-tiba, sekitar satu jam sebelum kick off , kelompok hooligan Liverpool menerobos masuk ke wilayah tifosi Juventus. Tak ada perlawanan dari Juventini, julukan supporter Juventus. Mereka memilih untuk menghindar dan berusaha menjauh, namun kemudian sebuah tragedi besar terjadi. Dinding pembatas di sektor tersebut roboh, tak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus berhamburan, berlari dan melompati pagar. Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Tak ayal, sebanyak 39 orang tewas dan 600 lebih korban lainnya luka-luka. Tragedi sebelum kick off  itu ternyata membuat konsentrasi para punggawa Liverpool terganggu. Alhasil, dalam partai final tersebut The Reds harus mengakui keunggulan Juventus dengan skor tipis 1:0. Dan, ini merupakan akhir pahit bagi Joe Fagan, Pelatih liverpool saat itu, yang satu jam sebelum tragedi telah mengumumkan untuk pensiun setelah pertandingan tersebut.

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah ungkapan yang tepat untuk tim asal kota pelabuhan itu. Hari itu dewi fortuna sama sekali tidak berpihak di kubu Liverpool. Tak hanya kekalahan yang didapat, hukuman pun dihadiahkan untuk tim ini atas ulah suporternya. FIFA, yang merupakan induk organisasi tertinggi dalam sepak bola dunia memutuskan bahwa Liverpool FC bertanggungjawab atas kerusuhan yang dilakukan oleh Liverpudlian. FIFA pun akhirnya mengganjar Liverpool dengan larangan bermain selama 6 tahun di seluruh kompetisi Eropa yang diselenggarakan oleh FIFA.

Dilarang bermain di level Eropa, ternyata tak membuat Liverpool FC patah arang. Sehari setelah tragedi Heysel, Liverpool langsung menunjuk Kenny Daglish sebagai pelatih menggantikan Joe Fagan yang pensiun. Di bawah arahan Kenny daglish Liverpool berhasil bangkit dan tetap menjadi tim juara. Tak bisa berjaya di Eropa, Liverpool melampiaskan “amarahnya” di kampungnya sendiri—Inggris. Dalam kurun waktu 4 tahun setelah tragedi Heysel, Liverpool berhasil menggondol 3 gelar liga Inggris serta 2 gelar piala FA dan masih terus berada di atas Setan Merah. Ini  membuktikan Liverpool tetap tim bermental juara dan masih berpredikat Si Merah sesungguhnya.

Belum genap lima tahun usai tragedi Heysel, lagi-lagi Si Merah mengalami cobaan dahsyat di tengah kejayaan yang sedang mereka rengkuh. Kali ini sebuah tragedi terjadi di Hillsborough, Britannia Raya, tepatnya saat pertandingan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forrest pada 15 April 1989. Kejadian ini bermula saat ratusan penonton dari luar stadion yang tidak memiliki tiket mencoba memaksa masuk ke dalam stadion sehingga mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Akibatnya, 94 Liverpudlian tewas di tempat kejadian, termasuk sepupu Steven Gerrard, Jon Paul Gihooley, yang turut menjadi korban tewas dalam tragedi mengerikan itu.

Setelah bisa tetap tegar dan fight menghadapi dampak tragedi Heysel, kali ini Liverpool FC seperti mengalami trauma, hukuman, dan juga kutukan yang sulit dihindarkan akibat tragedi Hillsbrough. Meskipun pada tahun tersebut Liverpool berhasil menggondol Gelar Liga yang ke-18 kalinya, tapi setelah itu, Liverpool seperti kehilangan satu kakinya dalam bermain sepak bola. Liverpool tak seperti dulu lagi, yang penuh motivasi dan haus akan gelar. Liverpool tak disegani lagi di domestik.

 

Di tengah kemerosotan prestasi Liverpool, Manchester United yang ditangani oleh Sir Alex Ferguson berhasil memanfaatkan kondisi Liverpool yang sedang labil. Manchester United mengambil alih kekuasan di Liga Inggris dari tangan Liverpool. Dominasi Manchester United di Liga sulit dibendung. Parahnya, sejak tahun 90-an, seakan-akan Manchester United mengambil predikat Si Merah Sesungguhnya dari tangan Liverpool.

Meskipun Liverpool tidak bisa bersaing dengan Manchester United dalam persaingan tangga juara, tetapi selalu ada gengsi apabila bertemu dengan Setan Merah. Pertemuan kedua tim di atas lapangan kerap kali dijadikan ajang pembuktian siapa The Real Reds of Britanniat. Tak heran jika masyarakat Britannia, khususnya masyarakat Inggris menyebut rivalitas kedua tim ini di atas lapangan dengan sebutan Battle of Reds atau Duel Si Merah.

Sejak kemerosotanya pada awal 90-an, setidaknya ada dua laga yang tidak bisa dilupakan oleh kedua tim. Pertama pada musim 1999, kala itu MU berhasil menyabet tiga gelar sekaligus dalam satu musim, yaitu Liga Inggris, Piala FA dan Liga Champions. Menariknya, dalam perjalananya meraih treble winner, Setan Merah sempat dibuat ketar-kertir sebelum meraih gelar Piala FA, tepatnya saat putaran keempat kompetisi tersebut. Anak ajaib Liverpool, Michael Owen, membuka keunggulan Liverpool di menit ke-3, yang sekaligus membuat puluhan ribu pendukung United terbungkam. Langkah United seolah-olah akan terhenti sebelum pertandingan berakhir sebelum akhirnya Dwik Yorke menyamakan kedudukan pada menit ke-88 dan Gol Solkjaer di penghujung pertandingan,  yang berhasil menyingkirkan Liverpool dari ajang FA Cup.

Sepuluh tahun tahun berselang, Liverpool yang merasakan betapa bahagianya memecundangi Manchester United. Liverpool yang kala itu bertindak sebagai tim yang tidak diunggulkan untuk memenangi pertandingan berhasil membuat malu Setan Merah di hadapan pendukungnya sendiri. Tak tanggung-tanggung, Setan Merah dicukur habis dengan skor telak 1-4 oleh Liverpool. kemenangan itu sungguh special untuk kubu tim tamu karena kemenangan tersebut merupakan kemenangan terbesar Liverpool di kandang Manchester  United. Meskipun Liverpool kerap menyulitkan Manchester United jika saling bertemu, tetap saja setahun sejak tragedi Hillsborough Liverpool belum mampu kembali merebut kejayaan dari tangan Mancheseter United. Setahun sejak tragedi Hillsbrough, total Setan Merah telah merengkuh sebanyak 12 gelar Liga Inggris, sedangkan Liverpool belum satu pun meraihnya hingga saat ini. Dan, satu hal yang paling sulit diterima oleh tim dan juga para Liverpudlian adalah Manchester United berhasil melampui torehan  gelar Liga Inggris yang dimiliki oleh Liverpool, MU meorehkan 19 gelar sedangkan Liverpool 18 gelar.

Manchester United mungkin boleh berbangga dengan koleksi 19 gelar Liga Inggris, plus berhasil melampaui perolehan gelar Liverpool di ajang liga. Akan tetapi, itu hanya di Liga domestik, untuk total keseluruhan gelar yang diperoleh, Liverpool jauh mengungguli Manchester United. Total The Reds telah mengantongi 81 gelar, baik gelar domestik eropa, maupun dunia, sedangkan Setan Merah baru meraih sebanyak 60 gelar.

Semenjak ditangani oleh Fergie, sapaan akrab Sir Alex Ferguson, Setan Merah memang sangat mendominasi Liga Inggris dua dekade terakhir. Selama 25 tahun menangani MU, Ferguson telah berhasil meruntuhkan dominasi Liverpool yang sebelummya merajai kompetisi domestik. Secara tidak langsung, kehadiran Fergie di dalam tubuh Setan Merah pulalah yang membuat Liverpool puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun.

Meskipun dalam dua dekade terakhir Liverpool tertinggal cukup jauh dengan Manchester united, tetapi selalu ada gengsi tersendiri bila berjumpa dengan MU. Saat ini, boleh saja tim yang bermarkas di Old Trafford itu menikmati kejayaanya, tetapi itu tak akan lama lagi. Usia Fergie saat ini sudah menginjak kepala tujuh dan diyakini dirinya akan segera pensiun dalam termin dua tahun lagi. Nah, disitulah awal kemunduran tim Setan Merah. Ketergantungan akan sosok Fergie akan sangat terasa dalam ruang ganti. Saat itulah, Liverpool akan bangkit, berjaya kembali dan semakin menjelma menjadi The Real Reds of Britannia.

 

Senyuman Itu (Ruang Kreasi di Atas Kertas)

Rapor ini sudah kupegang. Perlahan-lahan kubuka lembar demi lembar buku biru itu. Belum sempat kulihat hasil pembelajaranku selama enam bulan, dari kejauhan tampak lelaki pintar teman sekelasku sedang melihat pula hasil pembelajarannya selama satu semester sembari memberikan senyuman ke arahku. Melihat senyumannya itu, dengan cepat kubuang muka sebagai tanda tidak pedulinya aku terhadapnya.

    Pertemuanku dengan Bayau berawal dari ketidaksukaanku terhadapnya. Sikap dinginnya serta caranya berjalan ketika memasuki ruang kelas, membuat kesan pertama yang kupikirkan tentang dirinya ialah anak yang sombong. Kecurigaanku terhadapnya hanya bertahan satu menit. Aku yang duduk sendiri di bangku belakang, disapanya dengan ramah. Baca entri selengkapnya »

Jadwal Liga Inggris Musim 2011/2012 (Liverpool)

AGUSTUS:

13 – Sunderland (k)
20 – Arsenal (t)
27 – Bolton Wanderers (k)

SEPTEMBER:

10 – Stoke City (t)
17 – Tottenham Hotspur (t)
24 – Wolverhampton Wanderers (k)

OKTOBER:

1 – Everton (t)
15 – Manchester United (k)
22 – Norwich City (k)
29 – West Bromwich Albion (t)

NOVEMBER:

5 – Swansea City (k)
19 – Chelsea (t)
26 – Manchester City (k)

DESEMBER:

3 – Fulham (t)
10 – Queens Park Rangers (k)
17 – Aston Villa (t)
20 – Wigan Athletic (t)
26 – Blackburn Rovers (k)
31 – Newcastle United (k)

JANUARI:

2 – Manchester City (t)
14 – Stoke City (k)
21 – Bolton Wanderers (t)
31 – Wolverhampton Wanderers (t)

FEBRUARI:

4 – Tottenham Hotspur (k)
11 – Manchester United (t)
25 – Everton (k)

MARET:

3 – Arsenal (k)
10 – Sunderland (t)
17 – Queens Park Rangers (t)
24 – Wigan Athletic (k)
31 – Newcastle United (t)

APRIL:

7 – Aston Villa (k)
9 – Blackburn Rovers (t)
14 – Fulham (k)
21 – West Bromwich Albion (k)
28 – Norwich City (k)

MEI:

5 – Chelsea (k)
13 – Swansea City (t)

Ket: (t) tandang, (k) kandang

First Goal Adam

16 Juli 2011, Gol pertama Adam berseragam Liverpool–Liverpool vs Malaysia, 6-3

We’re The Team Liverpool

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: